konsultasi persoalan hidup

Bimbingan dan konsuling persoalan hidup bersama bunda Tetty R Hartono

Etos Kerja Seorang Muslim, Bagaimana dengan Diri Kita?

etos-kerjaPersoalan Hidup / Urusan dunia merupakan perkara yang paling banyak menyita perhatian umat manusia, sehingga mereka menjadi budak dunia, bahkan lebih parah lagi, sejumlah besar Umat Islam memandang bahwa berpegang dengan ajaran Islam akan mengurangi peluang mereka dalam mengais rizki. Ada sejumlah orang yang masih mau menjaga sebagian kewajiban syariat Islam tetapi mereka mengira bahwa jika ingin mendapat kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari sebagian aturan Islam terutama yang berkenaan dengan etika bisnis dan hukum halal haram.

Tujuan Bekerja Dalam Islam
Islam tidak membiarkan seorang muslim kebingungan dalam berusaha mencari nafkah, bahkan telah memberikan solusi tuntas dan mengajarkan etika mulia agar mereka mencapai kesuksesan dalam mengais rizki dan membukakan pintu kemakmuran dan keberkahan. Kegiatan usaha dalam kaca mata Islam memiliki kode etik dan aturan, jauh dari sifat tamak dan serakah sehingga mampu membentuk sebuah usaha yang menjadi pondasi masyarakat madani dan beradab.

Seluruh harta kekayaan milik Allah sementara manusia hanya sekedar sebagai pengelola, maka orang yang bertugas sebagai pengelola tidak berhak keluar dari aturan Pemilik harta (Allah), maka sungguh sangat menyedihkan bila terdapat sebagian orang yang berpacu untuk meraih kenikmatan dunia dengan menghabiskan seluruh waktunya, sementara mereka melupakan tujuan utama penciptaan, yaitu beribadah kepada-Nya sebagaimana firman Allah: Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku. Aku tidak menghendaki rezki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (QS. 51:56-58).

Manfaat Harta Halal
Manfaat harta yang bersih dan halal di tangan orang salih sangat banyak, ibarat pohon kurma yang tidak menyisakan bagian sedikitpun melainkan seluruhnya bermanfaat untuk manusia. Dengan hidup berkecukupan menuntut ilmu menjadi mudah, beribadah menjadi lancar, bersosialisasi menjadi gampang, bergaul semakin indah, berdakwah semakin sukses, berumah tangga semakin stabil dan beramal shalih semakin tangguh. Oleh karena itu, harta ditangan seorang muslim bisa berfungsi sebagai sarana penyeimbang dalam beribadah, dan perekat hubungan dengan makhluk.

Rasulullah bersabda: Nikmat harta yang baik adalah yang dimiliki laki-laki yang salih. [1]
Bahkan harta tersebut akan menjadi sebuah energi yang memancarkan masa depan cerah, dan sebuah kekuatan yang mengandung berbagai macam keutamaan dan kemuliaan dunia dan akherat, serta penggerak roda dakwah dan jihad di jalan Allah.

Allah berfirman: Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Rabbnya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (QS. 2:274)
Nabi juga memberi pujian kepada seorang muslim yang dermawan dan membelanjakan hartanya di jalan kebaikan. Dari Abdullah bin Umar Nabi bersabda: Tangan yang di atas lebih baik daripada tangan yang di bawah dan tangan yang di atas suka memberi dan tangan yang di bawah suka meminta. [2]

Dari Umar bin Khaththab berkata: Pernah suatu hari Rasulullah memerintahkan kepada kami agar bersedekah dan ketika itu saya sedang memiliki harta yang sangat banyak: maka saya berkata: Hari ini aku akan mampu mengungguli Abu Bakar lalu aku membawa separoh hartaku untuk disedekahkan. Maka Rasulullah bersabda: Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu? Saya berkata: Aku tinggalkan untuk keluargaku semisalnya. Lalu Abu Bakar datang membawa semua kekayaannya maka beliau bersabda: Wahai Abu Bakar Apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu, ia menjawab: Saya tinggalkan untuk mereka, Allah dan Rasul-Nya. Maka aku berkata: Saya tidak akan bisa mengunggulimu selamanya. [3]

Islam Mencela Pemalas dan Peminta-minta
Islam sangat mencela pemalas dan membatasi ruang gerak peminta-minta serta mengunci rapat semua bentuk ketergantungan hidup dengan orang lain, namun Al Qur’an sangat memuji orang yang bersabar dan menahan diri dengan tidak meminta uluran tangan orang lain dalam memenuhi kebutuhan hidup karena tindakan tersebut akan menimbulkan berbagai macam keburukan dan kemunduran dalam kehidupan.

Imam Ibnul Jauzi berkata: Tidaklah ada seseorang yang malas bekerja melainkan berada dalam dua keburukan; pertama; menelantarkan keluarga dan meninggalkan kewajiban dengan berkedok tawakkal sehingga hidupnya menjadi batu sandungan orang lain dan keluarganya berada dalam kesusahan, kedua; demikian itu suatu kehinaan yang tidak menimpa kecuali pada orang yang hina dan gelandangan, sebab orang yang bermartabat tidak akan rela kehilangan harga diri hanya karena kemalasan dengan dalih tawakkal yang sarat dengan hiasan kebodohan, sebab boleh jadi seseorang tidak memiliki harta tetapi masih tetap punya peluang dan kesempatan untuk berusaha. [4]

Seorang muslim harus berusaha hidup berkecukupan, memerangi kemalasan, bersemangat dalam mencari nafkah, berdedikasi dalam menutupi kebutuhan, dan rajin bekerja demi memelihara masa depan anak agar mampu hidup mandiri dan tidak menjadi beban orang lain, sebab pemalas yang menjadi beban orang dan pengemis yang menjual harga diri merupakan manusia paling tercela dan sangat dibenci Islam seperti yang telah ditegaskan dalam sebuah hadits dari Abdullah Ibnu Umar bahwasannya Nabi bersabda: Tidaklah sikap meminta-minta terdapat pada diri seseorang di antara kalian kecuali ia bertemu dengan Allah sementara di wajahnya tidak ada secuil dagingpun. [5]

Yusuf bin Asbath berkata bahwa Sufyan Ats Tsauri berkata kepadaku: Aku meninggalkan harta kekayaan sepuluh ribu dirham yang nanti dihisab oleh Allah, lebih aku cintai daripada aku hidup meminta-minta dan menjadi beban orang lain. [6]

Etos Kerja Seorang Muslim
Apabila kita mencermati kehidupan para ulama dan imam sunnah, mereka telah memberikan contoh dan teladan sangat mulia dalam menyeimbangkan antara kepentingan mencari ilmu dan mencari nafkah. Bahkan setiap para nabi dan rasul berusaha dan berkarya untuk menopang kelangsungan dalam menyebarkan risalah dan dakwah, nabi Zakaria menjadi tukang kayu, nabi Idris menjahit pakaian dan nabi Daud membuat baju perang, sehingga bekerja untuk bisa hidup mandiri merupakan sunnah para utusan Allah maka berusaha untuk mencari nafkah baik dengan berniaga, bertani dan berternak tidak dianggap menjatuhkan martabat dan tidak bertentangan dengan sikap tawakkal. [7]

Inilah yang difahami oleh para utusan Allah dan para ulama salaf sehingga mereka tergolong orang-orang yang rajin bekerja dan ulet dalam berusaha namun mereka juga gigih dan tangguh dalam menuntut ilmu dan menyebarkan agama. Tidak mengapa seorang bekerja di bidang dakwah dan urusan kaum muslimlin lalu mendapat imbalan dari pekerjaan tersebut karena Umar bin Khaththab ketika menjadi Khalifah mencukupi kebutuhan hidup keluarganya dari baitul mal. [8]

Cobalah renungkan kehidupan para utusan Allah dan para ulama salaf, kegiatan mereka dalam mencari ilmu dan berda’wah tidak melalaikan mereka mengais rizki yang halal untuk menafkahi keluarganya. Oleh karena itu, kita harus bisa meneladani mereka baik dalam menuntut ilmu maupun dalam mencari nafkah, janganlah malas bekerja dengan alasan tidak bisa menuntut ilmu. Apapun bentuk usaha bagi seorang muslim yang penting halal dan diperoleh dengan cara yang benar maka harus ditekuni dan dijalani dengan penuh suka cita, tidak perlu gensi, dan rendah diri serta malu terhadap profesinya yang dianggap oleh kebanyakan orang sebagai bentuk profesi hina dan tidak bermartabat, padahal mulia dan tidaknya sebuah usaha atau profesi tidak bergantung pada bergengsi atau tidaknya di pandangan manusia seperti bekerja di perusahan asing yang ternama atau posisi jabatan kelas tinggi atau menduduki tempat yang banyak sabetannya, namun kemuliaan sebuah usaha sangat ditentukan oleh kehalalan dan benarnya jenis usaha dihadapan Allah serta terpuji dipandangan syareat.

Footnote:
  1. H.R Ahmad dalam Musnadnya dengan sanad yang hasan, juz, 4 hadits no: 197 dan 202.
  2. H.R. Bukhari (1429), Muslim, (1033), Abu Daud (4947), Ahmad dalam Musnadnya dan Nasa’I dan Ihnu Hibban.
  3. Riwayat Tirmidzi3675, hakim di mustarakah1/ 414 dia berkata shahih.
  4. Talbisul Iblis, Ibnul Jauzi, Hal: 303.
  5. H.R Bukhari, Muslim dan Nasa’i dalam sunannya.
  6. Jami’ Bayanul Ilmi wa Fadhlih, Ibnu Abdul Bar. Juz 2 hal, 33.
  7. Lihat Fathul Bary, Juz 4. / l 358 dan Al Minhaj Syarah Sahih Muslim Juz, 15/ 133.
  8. Lihat Fathul Bary, 4 / 357.
Penulis : Ustadz Abu Ahmad Zaenal Abidin bin Syamsuddin, Lc.

Mengiklaskan Pesoalan Hidup Kepada Allah

Saudaraku hidup adalah persoalan (cobaan). Susah senang semuanya persoalan. Persoalan adalah tarbiyah / guru / pendidikan diri kita sediri untuk mencapai keunggulan hidup.

Tapi persoalan yang utama adalah bagaimana kita menghadapinya / mensikapinya. "This is the real cobaan..."Sikap kita ini yang akan memperbesar atau memperkecil persoalan tersebut.

Bagai mana kita bersikap / mengabil keputusan ???
Tanya HATI ANDA !!!
Jangan sekali-sekali anda mengambil keputusan ketika lagi panik.

Keputusan yang terbaik keluar dari hati yang baik. sebaliknya keputusan yang jelek keluar dari hati yang jelek.
Sabda Nabi: "Sesungguhnya didalam jasad manusia ada segumpal darah apabila segumpal darah itu baik maka baik pula sekalian anggota tubuh sebaliknya,apabila buruk maka buruk pula anggotanya. Ketahuilah yaitu hati" (HR.Bukhari-Muslim).

Bagaimana agar hati kita baik dan menghasilkan keputusan yang baik.Dekatkan hati kita kepada yang Mahabaik, Allah SWT. Dengan jalan berzikirlah kepada Nya. Tanyakan konsultasikan kepada Allah bagai mana cara menyelesaikan persoalan hidup ini. Insyaallah akan diberikan jalan keluar yang terbaik.

Saudaraku, jangan kau lakukan sendiri. Karena kau tidak akan mungkin mampu menyelesaikan persoalan hidup sendiri. Karena manusia adalah makluk yang lemah.
'Katakanlah," Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat dan tidak kuasa pula mendatangkan mudarat untuk diriku kecuali dikehendaki Allah'... " (7 Al-A'raf ayat 188)
Jangankan menjaga anak kita menjaga bulu mata kita agar tidak tajuhpun kita tidak mampu.
Allahuakbar... Hanya engkau lah yang Mahabesar, Mahaperkasa, Mahasegala-galanya.Engkaulah tuhan kami, Engkaulah sembahan kami, Engkaulah tempat kami meminta dan memohon perlindungan...
Ya Allah
jangan Kau biarkan kami mengurus sendiri uransan kami atau kepada oarang lain walau sedetikpun.
Ya Allah...
hamba mohon Engkau yang urus segala urusan hamba. Hanya terbaik menurut Mu. Bukan menurut hamba. Hamba Ikhlass Amien....

TAUBAT DASAR PENCAPAIAN TUJUAN

"Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya (dengan membawa) petunjuk (Al Qur'an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai".
QS. at-Taubah (9) : 33

Islam adalah agama yang paling benar dan akan menang atas segala agama, ini lah janji Allah SWT. Allah SWT meletakan Ayat 33 dengan bunyi redaksi seperti diatas mempunyai maksud 'umat islam menang jika mereka bertaubat'. Artinya TAUBAT adalah landasan awal bagi kita untuk mencapai kemenangan.

Begitu juga untuk diri pribadi, ayat ini dimaknai agar kita selalu bertaubat. Saudaraku persoalan hidup yang menghipit kita insyaallah akan selesai, akan dimenangkan oleh Allah jika kita introfeksi diri dan bertaubat. Jangan kemena-mana mencari solusinya. Temui Allah, datangin Dia di malam hari, minta ampun kepada-Nya, pasrahkan semua kepada-Nya. Yakinlah Allah yang akan menyelesaikan semua persoalan hidup kita.

PERSOALAN HIDUP

konsultasi agama
Assalamu’alaikum wr wb,

Alhamdulilahirabbil’aalamiin, Allahumma sholli ‘alaa sayyidina wamaulana Muhammadin wa’ala alihi washohbihi wasallim.
Teriring Puja puji serta syukur kehadirat Illahi Rabbi, sholawat serta salam semoga tercurah keharibaan tertinggi, yakni Nabi Besar Muhammad SAW, beserta keluarga dan para Sahabatnya, juga kita sebagai ummatnya.

"Kalau orang mengetahui menikmati permasalahan hidup itu enak,
pasti apa pun masalahnya, tetap bahagia".
-Andrie Wongso-

Namun banyak orang susah dalam menikmati hidup. Apalagi dalam keadaan bermasalah; menjadi sulit makan, sulit tidur, sehingga penyakit berdatangan. Apa saja yang dilakukan, selalu bermasalah. Selagi hidup miskin mengeluh, begitu pun ketika kita telah memiliki segalanya, masih juga dikeluhkan. Memang manusia itu tak pernah sepi dari masalah, siapapun orangnya. Orang kaya atau miskin, pejabat atau rakyat biasa, lelaki atau perempuan, pegawai atau pengusaha, pasti masalah selalu menghampiri.
Saudaraku itu semua sunatullah. Agama Islam mengatakan semua masalah adalah tarbiah dari Allah SWT."tidaklah Aku bebani seseorang kecuali sebatas kemampuanya". Artinya semua persoalan hidup yang datang pada diri kita, dengan hakkulyakin kita mampu mengatasikonsultasi agamanya.
Saudaraku besar kecil, berat ringan masalah tergantung cara memandangnya. Tidak semua orang sama memandang persoalan. Kembalikan setiap persoalan yang kita hadapi dengan yang menciptakan persoalan itu. Yaitu Allah SWT. Karena Dialah yang menyelesaikan persoalan tersebut dengan sebaik-baiknya.

Untuk itu saudarakan kita butuh seseorang yang dapat memberikan jalan keluar tersebut. yang dapat membimbing, memberikan konsultasi sesuai dengan keinginan Allah SWT, syariat Agama Islam.Insyaallah Bunda Tety dapat membantu Anda, memberikan konsultasi agama terkait dengan persoalan hidup. Allah lah yang menciptakan masalah Allah juga yang menyelesaikannya. Kita adalah makluk yang paling lemah. tiada daya upaya. Hanya Allah yang Mahaperkasa.

Mari, nikmati hidup ini. Meskipun keadaan Anda susah, dengan merasakan dan menikmati, kesusahan akan hilang, badai pasti berlalu, hujan pun ada bisa berhenti! Dan pada saat tertentu, keadaan bisa berbalik menjadi kegembiraan. Keadaan sakit menjadi sehat, prajurit jadi komandan, olahragawan jadi juara, guru jadi kepala sekolah, orang biasa jadi insinyur dan juga kebahagiaan lainnya. Intinya, kita mampu menikmati kehidupan, meskipun penuh masalah.

Salam Ukuwah islamiyah
Hj. Tetty R Tarsono

jodoh

Conselling - Bab : JODOH

Bismillahirrahmaanirrahiim

Alhamdulillahirabbil’aalamiin

Allahumma Sholli ‘alaa sayyidina Muhammadin wa’alaa alihi washohbihi wasallim

Waktu itu saya tengah asyik bercanda ria dengan teman yang pintar-pintar dan jago-jago celoteh agamanya, tak kalah pentingnya, saat itu saya berada ditengah kumpulah dan grup ustad yang cukup beken dibilangan negeri ini, lalu pimpinan pondok memberitahukan via sms pada saya bahwa ada seorang hafidzoh datang dari bilangan jawa tengah bersama seorang rekannya yang sama tahfidz AL QUR’AN, setelah ada pemberitahuan itu, saya mencari tahu, siapa dia, dan siang itu tidak saya temui, maka pada sore harinya, saya berusaha cari tahu tentang keberadaan para tahfidz AL-QUR’AN tersebut, maka akhirnya saya temukan juga keberadaannya, dan mereka menginap di asrama, lalu, waktu terus berlalu, hafidzoh ini dijanjikan untuk mengamalkan ilmunya di pondok ini, tapi rupanya Tuhan belum mengizinkan, karena ada kejenuhan , maka hafidzoh ini memutuskan untuk kembali ke kampungnya di jawa tengah, lalu saya coba mengajak dia untuk tinggal di rumah saya, dan alhamdulillah dia menyetujuinya, akhirnya tinggallah dia dirumah saya, harti demi hari dan tak pernah tinggal setiap pagi saya dengarkan lantunan ayat-ayat suci yang bergitu indah terlontar dari lisanya yang begitu fasihnya, subhaanallah, hati saya selalu tenteram dan sejuk rasanya, ternyata bukan hanya saya, suami, anak-anak juga seluruh penghuni rumah merasakan hal yang sama. Dan saya sangat suka dia, apabiola sholat selalu ikut berasama, mengaji bersama, sholat malam, juga sholat dhuha selalu ikut setiap harinya

Enam bulan sudah berlalu, lalu dia merasa tidak enak tinggal bersama saya terus menerus, maka dia menyatakan untuk pulang ke kampunya, di jawa tengah, lalu dia undjuk pamit pada saya, karena saking sudah lamanya dia bersama , maka timbullah rasa kasih saying dalam hati saya, sejak pertama saya mengajak dia utnuk tinggal bersama saya, dan sayapun merasakan bahwa saya sudah anggap dia sebagai anak saya sendiri, begitupun suami saya, dan keluarga saya, merasakan hal yang sama, maka unjuk pamitnya dia , saya berusaha untuk mencegahnya, agar dia selalu berada bersama saya. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, bulan berganti bulan, akhirnya diapun sudah merasakan bahwa saya sebagai ganti ibunya dibulangan kota besar ini. Karena adanya rasa kasih saying yang berpadu antara saya sekeluarga dengan dia, maka diapun menyatakan bahwa dia pun ingin pulang kampong, karena punya niat yang sangat mulya, yaitu ingin mencoba mencari pasanganan hidup, dengan diliputi rasa gundah gulana, karena sang calon pangeran belum ada yang pas dihatinya, maka dia bertukar pikiran dengan saya secara pribadi , karena ada istilah SHEARING IS GETTING, maka dia nyatakan kegundahannya pada saya.

Ketika malam larut tiba setelah suasana hening dia menghampiri saya, lalu dia sapa saya :

Dia : Bunda aku ini disini sudah cukup lama, aku merasa kerasan tinggal disini, tapi aku merasakan engga enak aja selalu merepotkan bunda sekeluarga, maka aku puutuskan ingin pulang, dan sambil menangis dia kemukakan hal ini pada saya, dengan tampak wajah yang merasa sedih apabila ada perpisahan antara dia dan saya.

Saya : sambil saya elus pundaknya, sayapun merasakan hal yang sama, enenk sayank, cintaku, kenapa ingin pulang, pulang atau dimana saja kita berada , kita ini harus punya tujuan hidup, sebetulnya tujuan enenk pulang itu apa ?

Dia : enenk kan juga pengen pulang bun, setelah enenk piker-pikir, enenk akhirnya putuskan mau berumah tangga saja, mungkin itu lebih baik buat enenk.

Saya : yang menurut enenk baik, belum tentu menurut ALLAH juga baik, begitupun sebaliknya. Jadi kita itu harus memohon diberi petunjuk untuk memperoileh kebaikkan itu.

Dia : iya bunda enenk ini punya inceran, orangnya sholeh, keturunanya juga baik, bahkan perangai dan budi pekertinya juga baik,dan tergolong orang yang cukup berada dikampung enenk, itu menurut enenk, enenk suka sama dia, , dan enenk berusaha untuk mendekati dia, tapi terhnyata dianya itu biasa biasa saja sama enenk. Ada yang satu lagi dia juga baik, sholeh, tapi dia golongan petani biasa saja, dan dia suka banget sama enenk, tapi enenknya kurang suka sama dia bunda,( kalau kita bilang mah istilah kerenya, ngga ada kemistri lah gitu kali ya ), jadi bunda enenk tuh bingung, tapi enenk pengen buru-buru berumah tangga, bagaimana caranya, tolong ajarin enenk, bunda.

Saya : enenk serius ?

Dia : serius banget bunda.

Saya : bagi ALLAH, tidak ada yang sulit, jangankan hanya sebuah jodoh, langit mau dirubah menjadi bumi, bahkan sebaliknya, dan siang dirubah malam dan juga sebaliknya, tidak ada yang sulit bagi DIA, DIA itu sang maha Kehendak, sang Maha Kuasa dan Sang maka Bisa, bahkan DIA adalah Maha segala-galanya ( Innama amruhu idza aroda syaian, anyaqula lahu kun fayakun ) sambil saya gumamkan kepadanya. Apalagi baru jodoh, itu mah hal yang sangat kecil bagi ALLAH , tapi begitu besar arti dan maknanya bagi kita sebagai sang hamba.

Dia : saya sangat percaya itu bunda, tapi apa yang harus saya lakukan

Saya : sungguh- sungguh mau ikuti bunda, baik mulai besok ikuti program muhasabah bersama.saya, insya ALLAH, saya akan menemani enenk, supaya cepat selesai dan segera mendapat pertolongan ALLAH.

Maka daia pun mengikuti cara muhasabah bersama saya, secara langsung dan tidak langsung saya menyertainya dalam muhasabah itu. Hari berganti hari, minggu berganti minggu, tanpa terasa, maka selesailah waktu muhasabah yang telah disepakati bersama.

Pagi-pagi sekali saya sapa dia

Saya : bagaimana sudah dapat petunjuk belum sayanku ?

Dia : sambil mukanya agak sedikit ada kekecewaan, belum bunda, kenapa ya bunda saya mimpi juga engga, apalagi petunjuk.

Saya : baik kita buktikan bahwa ALLAH maha melihat, dan maha mendengar, bahkan maha mengetahui isi hati hambaNya, dan maha menghargai kesungguhan hambaNya. Tida pernah ada yang sia-sia dimata ALLAH, bagi hambaNYA yang mau bersungguhsungguh dalam mendekatiNYA, mengingatNYA, bahkan memohon pertolongan dan perlindunganNYA, saya berusaha menanamkan dalam hatinya, bahwa KekuasanNYA tidak pernah bisa diprediksi oleh Hambanya. Lalu saya tegaskan padaNYA, bahwa apabila ALLAH belum memberikan petunjuk, insya ALLAH akan ALLAH bayar kesungguhan hambaNYA dengan CASH & CARY, insya ALLAH dibayar TUUNAI oleh ALLAH. Buktikan dan yakinkan dalam hati. Bahwa DIA Maha BISA.

Lidah ini masih membasah dengan kalimat harapan padaNYA, tiba- tiba HP dia berdering, lalu dia angkat, ternyata apa yang terjadi para pembaca yang budiman. Subhanallah. Ternyata telpon itu dari seorang temannya, yang sekian lama tidak pernah jumpa dan dia seorang ustad yang tinggal dibilangan Jakarta utara,lalu saya apa katanya nenk , berita apa yang ALLAH kirim buat enenk?

Dia : bunda, yang barusan telpon itu teman lama enenk, dan dia bermaksud untuk mengajak enenk ta’aruf dengan seorang temanya, bagaimana menurut bunda ?

Saya : kapan sayank ?

Dia : insya ALLAH siang ini, bagaimana bunda ?

Saya : Silakan temui saja, jadikan ini ajang silaturahmi enenk, dengan siapa saja yang mengundang enenk, semoga ada kebaikkan, rahmat serta keberkahan didalamnya, insya ALLAH.

Lalu siang itu dia berangkat memenuhi undangan sahabat lamanya, dibilangan Jakarta pusat, dan hari menjelang sore, kemudian ada yang mengucapkan salam dirumah saya, dan disambut dengan salam oleh penghuni rumah, siapa yang dia cari ? lalu dia menanyakan pada seluruh penghuni rumah, bunda kemana ? bunda ada dimana, enenk pengen ketemu bunda sekarang juga.

Akhirnya menjelang magrib saya pulang, kemudian dia peluk saya erat-erat, sambil mennagis dia menmberitahukan kejadian pertemuan silaturahmi dia dengan temanya, dan ternyata para pembaca yang budiman, dia diperkenalkan dengan seorang pemuda yang cukup dewasa, dan ternyata pemuda itu, dia seorang Qori, Pegawai Dep. Agama, dewasa, masih lajang, mapan, ga kalah pentingnya, dia juga ganteng lagi,bahkan dari keluarga yang sangat santun budi pekertinya, kalau dilihat dari sisi Sunah Rasulullah 4 (empat) kategori ada padanhya dan memang dia sangat butuh pendamping hidupnya, kebetulan pas ketemu langsung ada Feelling ( ada kemistri deh gitu ). Dan apa yang lebih dahsyat lagi, dia ingin langsung melamar, dan menikah.Subhaanallah, ternyata doanya itu ALLAH terima, ALLAH dengar bahkan ALLAH kabulkan, tidak melalui petunjuk adau firasat apapun, dibayar CASH & CARY aliyas dibayar KONTAN – ALHAMDULILLAHIRABBIL’AALAMIIN.

Endingnya , sekarang dia Alhamdulillah sudah berumah tangga , dengan pria pilihan ALLAH SWT, dan telah dikaruniai seorang putri yang cantik jelita semoga dijadikan putra dan putrinya menjadi putra dan putri yang sholeh dan sholehah, hidup berkecukupan, dalam kemawadahan , kesakinahan, dan kewarahmanan dari ALLAH SWT. Kita doakan, semoga ALLAH pelihara akan Jodoh dan Keluarga nya yang tetap SAKINAH MAWADAH WARAHMAH, amin yaa ALLAH yaa Rabbal’aalamiin.

“ ALLAH tidak pernah keliru dalam memberikan keputusan buat hambaNYA “

Alhamdulillahirabbil’aalamiin

Aproffed by

Hj. Tetty R Tarsono